Selasa, 03 Februari 2009

Ujian Kualitas Diri

Malam itu berputar-putar dari satu channel Tv ke channel lainnya. Tak ada acara yang menarikuntuk ditonton, maklum namanya juga TV gratisan alias bukan TV Kabel. Tapi, sejenak tertarik dengan acara di sebuah stasiun berita. Yah seorang motivator yang biasa mengisi dengan "salam super" siapa lagi kalo mario.
Tepat ketika menghentikan remote dia sedang menjawab sebuah pertanyaan. Tentang bagaimana menyelesaikan sebuah perintah dari atasan yang sulit? dan tau apa katanya? kurang lebih "sesuatu itu sulit bagi yang belum pernah melakukannya, dan akan mudah bagi yang sudah pernah melakukannya. Jadi ketika anda menyatakan sesuatu itu sulit berarti juga anda telah menentukan kualitas diri atau batas kemampuan anda di depan atasan. karena orang akan dapat mengukur kemampuan anda, jangan terlalu mudah mengeluh, segala sesuatu itu dapat dipelajari jika anda mau belajar".
Dan beberapa hari kemudian itu terjadi padaku, sebuah tugas harus kujalani, langsung teringat dengan ungkapan dari motivator tersebut. Aku pun mencoba untuk menyikapi hal itu dengan tenang. Sambil mulai menggali how to do it dari beberapa orang yang pernah mengemban tugas itu. Saat itu, yang terpikir hanyalah satu kata "ujian kualitas diri". Apabila memenag ini sebuah ujian kualitas dirimaka harus aku tunjukkan seberapa kualitas diriku. segala resiko akan aku terima karena itu sebagai bagian dari proses belajar.
Namun fatalnya, ketika tugas itu tengah berjalan ada satu hal yang paling utama terlewatkan. Kelengahan dalam menggali informasi dan membaca signal-signal yang diberikan sebelumnya. Satu lagi ujian bagiku, yang terpikir adalah next stage dari bagian game yang sedang dimainkan. Aku harus menerima resikonya seperti yang aku nyatakan sebelumnya. Sebuah kalimat yang mencoba untuk mempertahankan semangat adalah ungkapan dari motivator tadi. Ini sebuah ujian kualitas diri yang lebih dalam lagi, aku harus menghadapinya. Lebih baik mati berjuang daripada menyerah itu saja yang berkobar dalam dada. Akhirnya, banyak sekali pelajaran yang ku dapatkan dan sebuah peringatan keras yang sampai hari ini masih selalu terngiang untuk proses perbaikan dalam diri pribadiku.

0 komentar: